5 Penyebab Kegagalan Budidaya Kroto

5 Penyebab Kegagalan Budidaya Kroto

Budidaya kroto memang gampang-gampang mudah. Bagi yang sudah berpengalaman tingkat keberhasilannya mungkin sangat tinggi. Namun bagi kamu yang baru ingin mencoba tentu harus mempelajari terlebih dahulu, termasuk apa saja penyebab dari kegagalan budidaya kroto.

Nah, berikut ialah 5 penyebab kegagalan memelihara semut rangarang yang memproduksi kroto yang paling sering terjadi.

1. Jarak antara rak dan lantai.

Apakah jarak antara rak dan lantai mempengaruhi? Iya. Berdasarkan banyak pengalaman, jarak antara rak dan lantai sangat berpengaruh, karena jika jarak dari rak ke lantai terlalu rendah maka semut dapat digantung dan melarikan diri. Idealnya jarak antara rak dan lantai harus tinggi minimal 50 cm, karena dengan jarak yang jauh, semut tidak akan mudah melarikan diri

2. Jarak rak dan tepi terlalu dekat

Jarak antara kaki rak dan ujungnya yang terlalu dekat membuat semut lari yaitu dengan membuat jembatan, mereka bisa membuat jembatan dengan cara berkerumun kemudian buat jembatan. Jarak antara kaki meja dan tepi minimal 10 cm, karena semut itu tidak akan mudah untuk melarikan diri dengan membuat jembatan.

3. Disebabkan oleh predator

Predator yang paling sering ditemui adalah kadal dan cicak, mereka memakan semut satu demi satu. Bagi peternak pemula yang belum banyak memiliki jumlah semut hal ini sangat mengerikan, sebab dengan hanya sekecap saja semut-semut yang sedang kamu ternak bisa berkurang dengan jumlah yang cukup banyak.

4. Perkelahian antar semut

Ini mungkin terdengar lucu, namun yang terjadi memang seringkali beberapa semut berkelompok dan berkelahi. Biasanya terjadi ketika proses memasukan koloni baru atau semut baru dari alam. Saat menggabungkan menjadi satu rak ternyata mereka perang dan beberapa meninggal.

5. Lubang pintu terlalu kecil

lubang pintu kecil di sini berarti lubang toples, titik masuk semut terlalu kecil. Jika kamu membuat lubang pintu terlalu kecil maka ratu semut sulit untuk keluar dari toples. Namun ternyata ratu semut dipaksa keluar oleh para pekerja dengan cara ditarik maka bisa saja menyebabkan kematian.

Itulah ulasan singkat tentang penyebab kegagalan ketika budidaya kroto. Semoga bermanfaat!

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *