Budidaya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik Botol Bekas

Budidaya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik Botol Bekas

Yuk Kita Pelajari Tentang Budidaya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik Botol Bekas – Apa sih yang kamu ketahui tentang teknik budidaya tanaman dari botol bekas? Benar sekali, budidaya tanaman dengan teknik hidroponik botol bekas merupakan teknik bercocok tanam dengan tanaman ditanam secara vertical di wadah botol bekas, dan botol tersebut dipotong setengah agar bisa memunculkan batang tanaman. Teknik ini banyak digunakan di perkotaan yang notabenenya memiliki lahan yang sempit untuk berbudi daya tanaman. Sehingga teknik yang digunakan yaitu menanam tumbuhan dengan hidroponik botol bekas.

Cara Hidroponik Sederhana

Teknik ini tidak menggunakan lahan atau tanah dalam proses pengaplikasikannya, melainkan menggunakan wadah dari botol bekas. Dan yang kemudian diisi dengan media tanam seperti arang sekam, perlite, dan rockwool.

Cara ini sangat membantu warga perkotaan yang senang dengan kegiatan bercocok tanam tetapi memiliki lahan yang terbatas. Sistem untuk menanamnya juga tidak terlalu rumit, sesuai dengan kreativitas masing masing. Berikut inilah hidroponik sederhana yang dapat kita terapkan demi melaksanakan hobi namun tidak mengeluarkan biaya yang begitu besar.

Hidroponik Botol Bekas

Kamu juga bisa lebih menghemat pengeluaran karena untuk menyiapkan media tanamnya bisa menggunakan barang barang bekas. Contoh tanaman tanaman yang bisa ditanam dengan metode ini seperti Kangkung, tobat, cabai, dan bawang merah.

1. Menyediakan Tempat Atau Wadah Yang Kuat

Syarat yang paling penting dalam mempraktekkan teknik budidaya hidroponik adalah memiliki wadah yang kuat agar bisa menopang tumbuhan yang ada di dalamnya. Perihal ukurannya disesuaikan dengan ukuran tanaman yang akan kita tanam, jika menggunakan botol maka disiapkan botol yang tidak terlalu lemas.

Cara Hidroponik Botol Bekas
Cara Hidroponik Botol Bekas

Kita bisa mengira ngira berapa ukuran yang pas untuk satu tanaman yang akan kita tanam. Dan untuk tanaman yang memiliki buah agak besar disarankan untuk memakai wadah yang juga besar, agar bisa menopang batang tumbuhan pada saat berbuah.

2. Media Tanam Harus Gembur

Berikutnya kita harus memperhatikan media yang akan kita pergunakan dalam menanam tumbuhan yang kita inginkan. Sebaiknya kita memilih bahan yang gembur dan juga bisa membantu atau menunjang dalam hal pertumbuhan tanaman itu sendiri. Atau kita bisa menambahkan pupuk organik kedalam campuran media tanam.

Jika kesulitan mencari pupuk organik, bisa menggunakan pupuk seperti Gandasil B atau Gandasil D sesuai kebutuhan. Atau ketika Anda memiliki stok daun kering cukup banyak, buat sendiri pupuk organik (kompos) akan jauh lebih bagus.

Baca : Budidaya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik Vertikultur

Cara membuat pupuk kompos sendiri yaitu dengan membeli cairan EM4, daun kering yang sudah dipadatkan didalam ember besar kemudian diberi air dan diberi cairan EM4 3 tutup botol. Setelah itu tutup rapat dengan plastik, jika bisa pinggiran ditali rapat dengan karet bekas ban atau tali apapun yang penting rapat. Tunggu sekitar 1 hingga 2 minggu, setelah itu maka pupuk organik siap digunakan.

3. Cahaya Matahari

Agar bisa mempercepat pertumbuhan akar dari tanaman yang ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik botol bekas sangat disarankan ditempatkan di tempat yang mendapat pancaran sinar matahari yang cukup. Agar juga bisa lebih cepat dalam hal proses fotosintesisnya.

Nah itulah beberapa informasi untuk anda, apalagi yang berada di daerah perkotaan yang sangat sedikit sekali lahan untuk budidaya tanaman. Teknik budidaya hidroponik botol bekas sangat cocok untuk kamu coba dan kembangkan sendiri. Dan jangan lupa untuk saling berbagi dalam hal budidaya tanaman. Semoga bermanfaat!

Baca Juga