Penjelasan Content Plant dan Cara Membuatnya

Penjelasan Content Plant dan Cara Membuatnya


Tanpa konten yang baik dan relevan, bisnis Anda tidak akan dapat bersaing di dunia digital yang kompetitif saat ini. Namun, membuat konten yang tepat bukanlah tugas yang mudah, dengan content plant akan sangat membantu proses ini. Membuat konten yang efektif memerlukan rencana yang matang, strategi yang baik, dan eksekusi yang tepat. Dalam artikel ini, kami akan membahas bagaimana Anda dapat membuat konten yang efektif untuk bisnis Anda dan meningkatkan engagement dengan audiens Anda.

Konten yang baik dan relevan dapat membuat perbedaan besar dalam bagaimana orang melihat dan memikirkan produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis Anda. Namun, membuat konten yang tepat tidaklah mudah.

Dalam artikel ini, kami akan membahas pentingnya konten dalam sebuah bisnis dan bagaimana konten dapat mengubah pemikiran orang tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan. Kami juga akan memberikan tips dan trik untuk membuat konten yang efektif dan meningkatkan engagement dengan audiens Anda

Pengertian Content Plan

Content plan adalah rencana yang digunakan untuk menentukan konten yang akan dibuat, di mana konten tersebut akan dipublikasikan, dan bagaimana konten tersebut akan dikelola dan dioptimalkan. Dalam pembuatan content plan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu aset marketing dan target pasar.

Aset marketing adalah semua sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran. Dalam konteks content plan, aset marketing termasuk dalam konten yang akan dibuat. Misalnya, blog post, infografis, video, podcast, dll.

Aset marketing yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens yang ingin dicapai, misalnya penyedia jasa hosting biasanya lebih banyak mendapatkan trafik dari mesin pencari dibandingkan sosial media, mungkin karena dari produknya berkaitan tentang website sehingga orang akan mencarinya melalui situs search engine.

Target pasar adalah audiens yang ingin dicapai dengan konten yang dibuat. Dalam content plan, target pasar harus diidentifikasi dengan jelas, seperti demografi, minat, dan perilaku. Ini akan membantu dalam menentukan jenis konten yang akan dibuat, di mana konten tersebut akan dipublikasikan, dan bagaimana konten tersebut akan dikelola dan dioptimalkan.

Setelah aset marketing dan target pasar ditentukan, selanjutnya dibuat jadwal pembuatan konten, dipublikasikan, dan dioptimalkan. Jadwal ini harus sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens yang ingin dicapai. Dengan mengikuti jadwal ini, Anda dapat memastikan bahwa konten yang dibuat sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens yang ingin dicapai.

Selain itu, perlu juga dibuat strategi untuk mengukur kinerja konten yang dibuat, seperti tingkat engagement, jumlah pengunjung, dll. Dari data ini, dapat ditentukan apa yang bekerja dan tidak bekerja, sehingga dapat diperbaiki untuk konten yang akan datang.

Perbedaan Content Plan dengan Content Strategy

Content plan dan content strategy memiliki beberapa kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan yang signifikan.

Content plan adalah rencana yang digunakan untuk menentukan konten yang akan dibuat, di mana konten tersebut akan dipublikasikan, dan bagaimana konten tersebut akan dikelola dan dioptimalkan. Content plan biasanya berisi jadwal pembuatan konten, jenis konten yang akan dibuat, sasaran audiens, dan cara mengukur kinerja konten.

Content strategy adalah panduan yang digunakan untuk menentukan bagaimana konten akan digunakan untuk mencapai tujuan bisnis. Content strategy mencakup aspek-aspek seperti:

  1. Identifikasi tujuan bisnis dan sasaran audiens
  2. Penentuan jenis konten yang sesuai
  3. Analisis kompetitor dan pasar
  4. Penentuan platform dan kanal yang tepat untuk menyebarluaskan konten
  5. Pembuatan rencana untuk mengukur kinerja konten
  6. Pembuatan rencana untuk mengoptimalkan konten

Secara ringkas, content plan adalah rencana yang menjelaskan konten apa yang akan dibuat, di mana konten tersebut akan dipublikasikan, dan bagaimana konten tersebut akan dikelola dan dioptimalkan. Sedangkan content strategy adalah panduan yang menjelaskan bagaimana konten akan digunakan untuk mencapai tujuan bisnis.

Content plan merupakan bagian dari content strategy, yang merupakan bagian dari pemasaran konten, yang merupakan bagian dari pemasaran umum. Content plan membantu untuk mengimplementasikan strategy dalam bentuk konten yang akan dibuat dan dipublikasikan.

Cara Membuat Content Plan

Setiap digital marketer memiliki strategi dan caranya masing-masing dalam membuat content plant, namun secara garis besar yang harus dilakukan dalam membuat content plan yang efektif meliputi beberapa tahap sebagai berikut:

Identifikasi Tujuan dan Sasaran Audiens

Anda harus mengetahui tujuan pemasaran Anda dan siapa audiens yang ingin Anda capai. Ini akan membantu dalam menentukan jenis konten yang akan dibuat dan di mana konten tersebut akan dipublikasikan.

Analisis Kompetitor dan Pasar

Melakukan analisis kompetitor dan pasar akan membantu dalam menentukan jenis konten yang akan dibuat dan di mana konten tersebut akan dipublikasikan.

Penentuan Jenis Konten

Anda harus menentukan jenis konten yang akan dibuat, seperti blog post, infografis, video, podcast, dll. Jenis konten yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens.

Penentuan Platform dan Kanal

Anda harus menentukan di mana konten akan dipublikasikan, seperti blog, media sosial, YouTube, dll. Platform dan kanal yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens.

Pembuatan Jadwal

Anda harus membuat jadwal untuk pembuatan konten dan publikasi konten. Jadwal ini harus sesuai dengan tujuan pemasaran dan sasaran audiens.

Pembuatan Rencana Mengukur Kinerja Konten

Anda harus membuat rencana untuk mengukur kinerja konten, seperti tingkat engagement, jumlah pengunjung, dll. Data ini akan membantu dalam mengevaluasi kinerja konten dan mengoptimalkan konten yang akan datang.

Pembuatan Rencana Untuk Mengoptimalkan Konten

Anda harus membuat rencana untuk mengoptimalkan konten, seperti melakukan SEO, membuat landing page, dll. Rencana ini akan membantu dalam meningkatkan kinerja konten dan mencapai tujuan pemasaran.

Budget

Anggaran yang tersedia untuk pembuatan dan publikasi konten, karena sesungguhnya proses produksi itu memerlukan biaya.

Contoh Content Plant

Contoh content plan yang tersedia bervariasi tergantung pada tujuan pemasaran dan sasaran audiens yang ingin dicapai. Namun, beberapa elemen yang biasanya akan ditemukan dalam sebuah content plan yakni

Contoh Content Plan yang sederhana dapat dilihat sebagai berikut:

Tujuan Pemasaran Meningkatkan Brand Awareness
Sasaran Audiens Remaja Usia 16-25 Tahun, Suka Musik Pop
Jenis Konten Video Musik, Interview dengan Musisi Pop
Platform & Kanal YouTube, Instagram, Tiktok
Jadwal Dipublikasikan setiap hari Senin & Kamis
Rencana untuk Mengukur Kinerja Konten Tingkat Engagement, Jumlah View
Rencana untuk Mengoptimalkan Konten SEO pada Judul & Deskripsi Video, Promosi melalui Instagram Story
Budget Rp. 5.000.000/bulan

Semua contoh diatas hanyalah contoh umum, sebenarnya content plan harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan tujuan yang ingin dicapai.

Salah satu layanan content plan yakni

HootSuite

HootSuite adalah sebuah platform pengelolaan media sosial yang memungkinkan pengguna untuk mengelola beberapa akun media sosial dari satu tempat. Ini memungkinkan pengguna untuk mengelola beberapa akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn dari satu dashboard.

HootSuite menyediakan fitur seperti:

  1. Program pengiriman otomatis, Penjadwalan posting untuk beberapa akun media sosial dari satu tempat.
  2. Analisis, menyediakan laporan tentang engagement, jumlah pengikut, dan lain-lain.
  3. Pengelolaan konten, menyediakan fitur untuk mengelola konten yang akan diposting di beberapa akun media sosial.
  4. Pengelolaan pesan, Menyediakan fitur untuk menangani pesan yang masuk dari beberapa akun media sosial dari satu tempat.

HubSpot

HubSpot adalah sebuah platform yang menyediakan solusi untuk pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Platform ini menyediakan alat-alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan yang lebih efektif. Fitur yang ditawarkan oleh HubSpot antara lain:

  1. Pemasaran, alat pemasaran seperti formulir, landing page, dan email marketing
  2. Penjualan, alat penjualan seperti CRM dan alat analitik
  3. Layanan Pelanggan, alat layanan pelanggan seperti tiket, dukungan live chat, dan knowledge base
  4. Analisis, menyediakan laporan tentang engagement, jumlah pengikut, dan lain-lain.

Harga dari HubSpot ditentukan berdasarkan paket yang dipilih. Ada beberapa paket yang ditawarkan, seperti paket gratis, paket pemasaran, paket penjualan, dan paket layanan pelanggan. Harga dari paket-paket tersebut bervariasi dan dapat ditentukan berdasarkan fitur yang dibutuhkan dan jumlah kontak yang akan dikelola. Namun, harga untuk paket pemasaran dapat berkisar antara $50- $3.200 per bulan.

Kesimpulan

Konten merupakan salah satu aset penting dalam dunia digital marketing. Dalam era digital saat ini, pembuatan konten yang baik dan tepat sasaran sangat penting untuk mencapai tujuan pemasaran dan meningkatkan brand awareness. Namun, pembuatan konten yang baik tidak hanya sekedar menulis atau membuat konten secara acak. Penting untuk merencanakan pembuatan konten dengan baik untuk memastikan konten yang dibuat efektif dan sesuai dengan tujuan pemasaran.

Content plan merupakan rencana yang digunakan untuk menentukan konten yang akan dibuat, di mana konten tersebut akan dipublikasikan, dan bagaimana konten tersebut akan dikelola dan dioptimalkan. Dengan merencanakan pembuatan konten secara baik, perusahaan dapat menentukan jenis konten yang sesuai, platform dan kanal yang tepat, dan rencana untuk mengukur kinerja konten. Platform seperti HootSuite dan Hubspot dapat digunakan untuk membantu dalam proses perencanaan konten.

Baca Juga